Letusan gunung berapi terjadi ketika magma dari interior Bumi mencapai permukaan. Saat magma naik, tekanan dari batu di atasnya berkurang, gas terlarut dalam magma memisah sebagai gelembung, dan tekanan meningkat. Ketika tekanan ini melebihi kekuatan batu di atas magma, letusan eksplosif terjadi.
Bahaya letusan gunung berapi mencakup aliran lava, aliran piroklastik (gas super panas dan abu bergerak dengan cepat), abu vulkanik (mencemari udara, mempengaruhi pertanian dan visibilitas), gas vulkanik (gas beracun seperti sulfur dioksida), dan gempa vulkanik.
Gunung berapi aktif terkonsentrasi di Pacific Ring of Fire, dengan gunung berapi yang sangat aktif di Indonesia (paling banyak gunung berapi aktif), Filipina, Jepang, Selandia Baru, dan Amerika Selatan. Area di sekitar gunung berapi dipantau terus-menerus dengan sistem peringatan di tempat.
Tinggal di area berisiko vulkanik memerlukan perhatian pada peringatan observatorium gunung berapi lokal, menyiapkan rencana evakuasi, dan menyimpan masker N95 untuk perlindungan abu vulkanik.