Tanah longsor (luncuran tanah, aliran puing, batu jatuh) terjadi ketika tanah atau batu di lereng bergerak di bawah gravitasi. Penyebab termasuk hujan intens, gempa bumi, medan curam, kenaikan air tanah, dan modifikasi lereng buatan.
Hujan intens adalah pemicu tanah longsor paling umum. Saat hujan meresap ke dalam tanah, gesekan antara partikel tanah berkurang dan lereng menjadi tidak stabil. Gempa bumi juga dapat mengganggu batuan dasar dengan cara yang sama dan membuat lereng tidak stabil.
Wilayah pegunungan, terutama yang memiliki medan curam, memiliki risiko tanah longsor tinggi. Penggundulan hutan dan pengembangan gunung menurunkan stabilitas lereng. Negara-negara seperti Indonesia, Filipina, Jepang, dan Meksiko dengan hujan lebat dan medan pegunungan menghadapi tanah longsor yang sangat berbahaya.
Manajemen risiko pribadi mencakup memeriksa peta tanah longsor historis, menghindari properti lereng, dan meningkatkan drainase jika tinggal di atau di bawah lereng.