Profil Seismik Bali dan Lombok
Bali dan Lombok adalah dua pulau wisata utama Indonesia, tetapi memiliki profil risiko bencana yang berbeda. Bali terletak di atas zona sesar mendatar (transform fault), mengalami gempa berkala dengan magnitudo moderat (5.0-6.5), tetapi risiko tsunami relatif rendah. Sejarah gempa Bali menunjukkan interval lama antara gempa besar, dengan gempa terakhir yang signifikan pada 1917.
Lombok, sebaliknya, terletak di zona submersi aktif dan mengalami aktivitas seismik yang lebih intens. Gempa Lombok 2018 dengan magnitudo 7.0 menewaskan puluhan orang dan merusak ribuan rumah. Pulau ini menghadapi risiko tsunami yang lebih tinggi karena posisinya di zona submersi.
Kedua pulau juga memiliki risiko vulkanik. Gunung Agung di Bali terakhir meletus pada 1963, sementara Gunung Rinjani di Lombok terakhir meletus pada 1994. Dari perspektif wisata dan investasi properti, Lombok menampilkan profil risiko yang sedikit lebih tinggi daripada Bali, meskipun kedua pulau harus mempertahankan kesiapsiagaan tinggi terhadap bencana alam.